Dari Migas hingga Panas Bumi, Sektor Energi Jadi Magnet Baru Investasi Lampung
Bandarlampung, Fajarsumatera.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Angga Satria Pratama, optimistis potensi minyak dan gas (migas) yang tengah dipetakan PT Pertamina EP dapat menjadi pengubah arah perekonomian Lampung. Menurutnya, eksplorasi yang dilakukan di ribuan titik berpotensi mendongkrak pendapatan daerah dan menarik investasi berskala besar.
Angga mengungkapkan, saat ini Pertamina EP sedang melakukan survei seismik di sekitar 18 ribu titik yang tersebar di lima kabupaten di Lampung untuk mengidentifikasi cadangan migas baru.
“Kalau potensi itu benar-benar ditemukan dan berhasil dikembangkan, ini bisa menjadi game changer bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung ke depan,” kata Angga, Selasa (21/7).
Ia menyebut, berdasarkan pemaparan yang diterima, terdapat tiga titik potensi migas di daratan (onshore) dan satu titik di lepas pantai (offshore). Salah satu lokasi offshore berada di wilayah yang berbatasan dengan provinsi lain sehingga skema bagi hasil akan diterapkan. Sementara apabila titik eksplorasi yang berada di sekitar Lampung Timur berhasil dikembangkan, manfaatnya diyakini akan sepenuhnya dirasakan Lampung.
Selain sektor hulu migas, Angga juga menyoroti masuknya investasi di sektor energi, termasuk rencana pembangunan kawasan industri energi dan kilang minyak di wilayah Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri energi tersebut akan mengubah wajah perekonomian Lampung karena menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung.
“Kalau kawasan industri energi ini terealisasi, wajah Lampung akan berubah. Ini harus terus kita kawal,” ujarnya.
Angga menilai potensi sektor energi Lampung tidak hanya berasal dari migas. Ia juga menyinggung peluang pengembangan energi baru dan terbarukan, seperti panas bumi di kawasan Gunung Rajabasa, serta investasi yang mendukung program energi nasional.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat dukungan terhadap sektor energi, khususnya melalui penguatan anggaran bagi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Anggarannya masih sangat kecil, padahal ini salah satu dinas yang memiliki potensi besar untuk membalikkan kondisi ekonomi Lampung. Potensi migas, panas bumi, hingga investasi energi harus benar-benar dimaksimalkan agar Lampung ikut mengambil manfaat dari program strategis nasional,” tegasnya.
