Atasi Antrean Farmasi, RSUDAM Siapkan Layanan Antar Obat ke Rumah
Bandarlampung, Fajarsumatera.co.id – Direktur Utama RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), dr. Imam Ghozali, memastikan bakal terus melakukan pembenahan layanan meski masih dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran dan beban keuangan.
Hal itu disampaikan dr. Imam usai rapat bersama Komisi V DPRD Provinsi Lampung. Menurut Imam, pembahasan lebih banyak menyoroti strategi agar pengelolaan rumah sakit ke depan semakin sehat tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, pertanggungjawaban anggaran tahun 2025 telah selesai dan telah melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan. Karena itu, pembahasan saat ini lebih diarahkan pada langkah-langkah perbaikan dan efisiensi.
“Kami berharap Komisi V tetap menjadi mitra rumah sakit, terutama dalam mendukung kegiatan pelayanan publik dan layanan sosial agar bisa terus berjalan, termasuk melalui dukungan subsidi APBD,” ujarnya, Selasa (21/7).
Di sisi pelayanan, RSUDAM tengah menyiapkan inovasi yang menyasar salah satu keluhan terbesar pasien, yakni lamanya antrean pengambilan obat.
Mulai awal Agustus mendatang, RSUDAM akan melakukan uji coba layanan antar obat bagi pasien yang berdomisili di Kota Bandar Lampung. Program tersebut ditargetkan diluncurkan secara resmi pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus.
Melalui layanan itu, pasien yang telah selesai berobat tidak perlu lagi mengantre lama di instalasi farmasi. Obat akan diantarkan langsung ke rumah sehingga antrean di rumah sakit diharapkan berkurang dan pelayanan menjadi lebih cepat.
“Pasien yang tinggal di Bandar Lampung bisa langsung pulang setelah dari poli. Obatnya nanti kami antarkan ke rumah. Dengan begitu antrean farmasi bisa lebih fokus melayani pasien dari luar daerah,” kata Imam.
Selain itu, RSUDAM juga meluncurkan gerakan relawan sosial bertajuk “Puwakhi Care”. Program ini mengajak mahasiswa, pekerja profesional, hingga masyarakat yang memiliki kepedulian sosial untuk menyumbangkan waktu minimal dua jam membantu pelayanan di rumah sakit.
Relawan nantinya dapat membantu mendampingi pasien dan keluarga, mengarahkan proses administrasi, hingga memberikan bantuan nonmedis bagi keluarga pasien yang membutuhkan pendampingan.
“Jangan hanya menilai pelayanan rumah sakit dari luar. Datanglah dua jam saja ke Abdul Moeloek, lihat langsung dan ikut membantu masyarakat yang membutuhkan,” ajaknya.
Tak hanya itu, RSUDAM juga mulai menata area tunggu farmasi agar lebih nyaman. Sejumlah pelaku UMKM kini difasilitasi berjualan di area tersebut sehingga keluarga pasien dapat menikmati makanan dan minuman sambil menunggu obat, sekaligus menghilangkan keberadaan pedagang asongan yang sebelumnya kerap memenuhi kawasan rumah sakit.
Menurut Imam, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUDAM meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan pengalaman berobat yang lebih nyaman, cepat, dan humanis bagi masyarakat Lampung.
