Kompolnas PB Serukan Organisasi Rakyat Lawan Oligarki dan Krisis Politik

Penutur.info – Komite Politik Nasional Partai Buruh (Kompolnas PB) menyerukan pentingnya organisasi rakyat sebagai jalan keluar dari krisis politik dan sosial yang belakangan memicu gelombang protes. Aksi massa pada 28–29 Agustus 2025, yang dipicu oleh kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan, disebut sebagai puncak kekecewaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pimpinan Kompolnas PB, Aldi, menyebut kemarahan rakyat lahir dari tiga akar persoalan utama, yakni dominasi oligarki, krisis ekonomi, serta respons brutal aparat keamanan. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa organisasi dan agenda politik yang jelas, energi rakyat berpotensi dimanfaatkan elite politik.

“Aksi anarkis yang merusak fasilitas publik hanya merugikan rakyat, merusak simpati, dan memberi alasan bagi aparat untuk bertindak lebih represif,” kata Aldi dalam keterangan pers, Minggu (31/8).

Kompolnas PB menegaskan solusi atas krisis saat ini harus diwujudkan melalui kekuatan rakyat yang terorganisir. Partai Buruh juga mengusulkan tiga tuntutan pokok: pendalaman demokrasi dengan keterwakilan kelas pekerja, redistribusi kekayaan agar adil bagi rakyat miskin, serta perlindungan hukum dan sosial melalui layanan publik yang layak.

“Hanya dengan menegakkan tiga pilar tuntutan ini, krisis sosial-politik dapat dijawab secara tuntas oleh agenda rakyat pekerja yang terorganisir, bukan lagi dengan manuver elit,” ujar Aldi.